Kajian FK UNIPA

Kajian FK UNIPA

Latar Belakang

Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) didirikan oleh tiga pihak yang menandatangani surat perjanjian kerjasama yaitu Universitas Papua (UNIPA), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Pemerintah Kabupaten Sorong. Surat perjanjian tersebut menyatakan bahwa FKUI adalah pihak pelaksana akademis dengan dana yang disediakan oleh pihak UNIPA dan Kabupaten Sorong. Kabupaten Sorong menyediakan lahan seluas 200 hektar untuk pembangunan kampus FK UNIPA, memberikan bantuan fasilitas, dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berasal dari kabupaten Sorong, dan membiayai biaya operasional FK UNIPA. Pemkab Sorong bersedia menyiapkan anggaran Rp 107 miliar untuk diberikan secara berkala setiap tahun kepada UNIPA.

Latar Belakang adanya FK UNIPA
• Tingginya kebutuhan tenaga medis khususnya dokter di wilayah papua.
• Memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik dari Papua untuk mengenyam pendidikan dokter yang berkualitas dengan didikan dari Papua untuk Papua
• Untuk meningkatkan ketersediaan SDM kesehatan yang berprinsip pemerataan dan berkeadilan dengan pendekatan budaya lokal masyarakat papua.

Apa yang saat ini terjadi di FK UNIPA?
FK UNIPA saat ini seharusnya masih dalam status pengampuan oleh FK UI. Dikarenakan FK UNIPA sendiri masih tergolong FK baru sehingga belum stabil dalam pengelolaannya dan membutuhkan naungan dari FK lain yang sudah stabil. Dalam 2 tahun terakhir pengampuan FK UI terhadap FK UNIPA masih terbilang lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Namun pada tahun ke-3 ini, pengampuan FK UI terhadap FK UNIPA terkesan mandeg tepatnya mulai tanggal 2 Oktober 2016. Dosen mulai tidak hadir untuk memberi perkuliahan. Disinyalir hal ini terjadi karena masalah pembiayaan. Dana pengampuan yang diberikan kepada FK UI oleh UNIPA belum diberikan pada tahun ke tiga ini sehingga dosen dari FKUI tidak dapat berangkat ke Sorong untuk mengajar. Karena tidak terdapat dosen dari FKUI, pihak fakultas berinisiatif memberdayakan dokter lokal yang berasal dari Kota dan Kabupaten Sorong untuk mengajar di FK UNIPA dengan bahan ajar yang berasal dari FKUI, dekan dan wakil dekan I membantu mengajari kuliah sesuai dengan kompetensi mereka, selain itu oleh pihak FKUI memberikan kuliah dan praktikum melalui video. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran kami tetap berjalan seiring dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak fakultas dalam menyelesaikan masalah ini. Bahkan saat sudah memasui semester baru proses pembelajaran masih sama seperti akhir tahun lalu yaitu dosen dari FKUI belum mengajar menandakan permasalahan FK UNIPA masih belum terselesaikan. Tingkat 1 yang masih mendapatkan pembelajaran umum kembali berkuliah dengan dosen yang berasal dari UNIPA, tingkat 2 dijadwalkan akan berkuliah video dan ujian, dan tingkat 3 hanya menunggu ujian. Namun, proses pembelajarannya khususnya untuk tingkat 2 dan 3 masih sedang menunggu jadwal yang pasti.

Pada tanggal 26 Maret 2017, perkuliahan di FK UNIPA kembali lancar, telah didatangkan pengajar dari FKUI karena sudah dinyatakan adanya dukungan pendanaan oleh pihak Provinsi Papua Barat serta dukungan 13 kabupaten dan kota yang ada di Papua Barat. Namun, lancarnya perkuliahan FKUNIPA hanya berlangsung selama satu bulan, perkuliahan terhenti kembali pada tanggal 29 April 2017 dikarenakan tenaga pengajar dari FKUI yang macet didatangkan. Terhambatnya pendatangan dosen disebabkan oleh masalah pendanaan kembali. Pemerintah Kabupaten Sorong yang mendukung pendanaan FKUNIPA baru memberikan dana pengampuan yang hanya cukup dilakukan selama satu bulan. Dana sisa yang harusnya diberikan bertahap belum diberikan untuk melanjutkan proses pengampuan sehingga pembelajaran FKUNIPA kembali terhenti.
Hingga saat ini, keberlangsungan proses pembelajaran FKUNIPA masih belum mendapatkan kejelasan yang pasti karena belum adanya pemberitahuan secara resmi dari pihak UNIPA, FKUNIPA, Pemerintah Kabupaten Sorong, dan Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap solusi pasti pembiayaan FKUNIPA selama tahun 2017 hingga dukungan pasti dan stabil dari pemerintah Provinsi Papua Barat pada tahun 2018.

Mengapa bisa terjadi kejadian seperti ini?
Permasalahan berhentinya perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Sorong, Papua Barat, murni karena biaya pengampuan yang tidak bisa dipenuhi. Tidak bisa kita pungkiri bahwa biaya pendidikan kedokteran hari ini sangat tinggi. Terbukti ketika biaya tersebut tidak bisa dipenuhi maka proses produksi dokter inipun berhenti. Perkuliahan FK di UNIPA sendiri terlaksana atas komitmen bersama antara UNIPA, UI, dan Pemkab Sorong pada 2014. Pemkab Sorong bersedia menyiapkan anggaran Rp 107 miliar untuk diberikan secara berkala setiap tahun kepada Unipa. Sayang, anggaran untuk tahun akademik 2016–2017 sebesar Rp 21 miliar hingga menjelang tutup tahun 2016 belum dicairkan. Akibatnya, biaya transportasi dan akomodasi dosen dari UI tidak tersedia. Berbagai advokasi telah dilakukan oleh mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan pihak FK UNIPA untuk menyelesaikan masalah ini, hingga Menristekdikti turun langsung ke UNIPA untuk melihat kondisinya. Namun dengan kendala apapun dan bagaimanapun permasalahan ini tak kunjung selesai dan hingga saat ini teman-teman sejawat kita yang berada di FK UNIPA belum bisa menikmati proses pembelajaran seperti sediakala.

Tindakan Kita Sebagai Mahasiswa Kedokteran
Sebagai sesama mahasiswa kedokteran, sudah sewajarnya kita juga ikut membantu rekan sejawat kita.Walaupun belum bisa membantu menyuarakan aksi secara langsung, setidaknya kita bisa mulai dengan hal kecil yang mungkin dapat menjadi dampak yang besar kedepannha seperti melakukan propaganda yang masif dan serentak. Hal ini diharapkan dapat menguatkan hati mereka, mendukung dan mempedulikan mereka, serta tidak membiarkan semangat mereka padam. Kita bisa mulai dengan :
1. Memulai pencerdasan terhadap rekan sejawat kita yang lain guna memberi informasi tentang keadaan di FK UNIPA.
2. Ikut meramaikan aksi solidaritas baik di media sosial maupun aksi secara langsung.
3. Ikut melakukan aksi melalui media sosial dengan cara meng-upload foto dengan menggunakan twibbon SaveFKUNIPA dengan mengunduhnya di bit.ly/SaveFKUNIPA.
4. Meng-upload di sosial media dengan caption berisi pencerdasan/doa/semangat kepada teman – teman sejawat di FK UNIPA.
5. Mengajak rekan – rekan yang lain baik sejawat maupun tidak untuk ikut meramaikan aksi solidaritas terhadap FK UNIPA.
6. Menyertakan dalam setiap doa untuk teman – teman kita di FK UNIPA agar segera diberi jalan keluar atas masalah yang dihadapi.
7. Ikut membantu meringankan beban teman kita di FK UNIPA dengan melakukan penggalangan dana untuk FK UNIPA.

Referensi
- Kronologi Permasalahan oleh Mahasiswa FK UNIPA, Sorong 3 Mei 2017
- https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170207/281831463471191
- http://belmawa.ristekdikti.go.id/2017/02/08/dirjen-belmawa-terima-mahasiswa-fk-unipa-dan-tokoh-masyarakat-sorong/
- http://www.kopertis12.or.id/2017/01/19/perkulian-stop-3-bulan-fk-unipa-urgent-butuh-dana-pengampuan-buat-datangkan-dosen.html
- http://www.jawapos.com/read/2017/02/09/108477/tak-ada-dosen-kuliah-kedokteran-di-universitas-papua-berhenti
- http://www.metropolitan.id/2017/02/wah-kenapa-perkuliahan-di-fk-berhenti/

Kajian FK UNIPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *