Hari Pengungsi Sedunia

HARI PENGUNGSI SEDUNIA

“Dirundung Kegalauan antara Peduli dan Apatis”

Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi, mendefinisikan pengungsi sebagai “Orang yang dikarenakan oleh ketakutan yang beralasan akan penganiayaan, yang disebabkan oleh alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan dalam kelompok sosial dan partai politik tertentu, berada diluar negara kebangsaannya dan tidak menginginkan perlindungan dari Negara tersebut.”

Pengungsi tersebut tidak dapat dilindungi oleh negara asalnya karena mereka terpaksa meninggalkan negaranya. Karena itu, perlindungan dan bantuan kepada mereka menjadi tanggung jawab komunitas internasional.

FAKTA MENGERIKAN

  • Pengungsi di dunia telah menyentuh angka 68,5 juta penduduk, lebih banyak dari penduduk negeri Thailand.
  • 2,1 Juta pengungsi di Negeri Iraq hidup terlantar di berbagai negara.
  • Terdapat hampir setengah juta penduduk Burundi, Afrika menjadi pengungsi terlantar
  • 4,5 juta penduduk sipil di Negara Republik Demokrasi Congo hidup terlantar.
  • 720 ribu pengungsi etnis Rohingya berlabuh ke Bangladesh setelah konflik di myanmar
  • Akibar perang sipil di Syria, 13,1 Juta penduduk Syria membutuhkan pertolongan hidup, 6,6 juta penduduk terlantar, dan 2,98 juta penduduk terisolasi dengan dunia luar.
  • 697 pengungsi terombang-ambing di tengah laut untuk bisa hidup di eropa.
  • 1,7 juta pengungsi di dalam negara Nigeria
  • 2,4 juta pengungsi terdapat di Sudan.

Lantas harus ngapain kita sekarang?

“No one becomes a refugee by choice; but the rest of us can have a choice about how we help.”

Hari Pengungsi Sedunia