Hari Keluarga Nasional

HARTA YANG PALING BERHARGA ADALAH KELUARGA

            Keluarga, bagi anak rantau mungkin sebuah kata yang sensitif dan bisa bikin baper karena terpisah berpuluh-puluh kilometer dari rumah yang berisikan keluarga. Apalagi buat para anak rantau yang sedang menjalani ujian susulan atau kegiatan kampus lain yang mengharuskan untuk memotong liburan. Waktu untuk keluarga pun berkurang. Namun, tahukan kalian bahwa negara kita sangat menghargai sebuah keluarga. Bahkan sampai dijadwalkan hari khusus untuk sebuah keluarga, yaitu Hari Keluarga Nasional (HARGANAS).

Berdasarkan  Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor  39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (HARGANAS), ditetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan merupakan hari libur. Hari Keluarga dimaknai sebagai hari berkumpulnya anggota keluarga, ayah ibu dan anak-anak untuk makan bersama. Saat berkumpul inilah diharapkan akan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam suatu keluarga. Karena tujuannya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan,  maka ada yang mendefinisikan bahwa Hari Keluarga tidak hanya untuk keluarga, tetapi suatu hari yang dirayakan untuk berbagai komunitas termasuk bisnis dan kelompok masyarakat tertentu. (Makrippudin, 2016)

Sebuah negara tersusun atas beberapa kelompok lingkungan. Dan lingkungan terkecil sebuah negara adalah keluarga dimana segala jenis kehidupan, pergaulan maupun interaksi berawal dari keluarga. Keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari keluargalah kekuatan dalam pembangunan suatu bangsa akan muncul.

Selain Indonesia beberapa negara juga memperingati Hari Keluarga. Amerika mengenal istilah Family Day (Hari Keluarga) sudah lebih lama. Pertama kali mereka memperingatinya pada hari Minggu pertama bulan Agustus 1978.  Afrika Selatan juga mengenal Hari Keluarga sejak 1995. Australia baru mendeklarasikan Hari Keluarga pada Selasa minggu pertama November 2007, saat pelaksanaan Melbourne Cup. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), kemudian pada tahun 1994 menetapkan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional.  (Makrippudin, 2016)

Nah dari penjelasan-penjelasan diatas kita sebagai orang yang sudah menginjak usia remaja seringkali terlena dengan urusan-urusan kita sendiri bahkan sampai melupakan keluarga dirumah. Momen hari keluarga ini diharapkan mampu membuat kita para remaja, terutama yang sedang merantau, mampu mempererat kembali  hubungan kita dengan keluarga dirumah. Jangan sampai keluarga dirumah tidak tahu kalau ternyata kita juga sudah berkeluarga.

Harta yang paling berharga adalah keluarga, jadi kapan kita berkeluarga ?

Sumber:http://ntb.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=684&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897

Hari Keluarga Nasional