Depresi ? Yuk Curhat!

Depresi? Yuk Curhat!
Oleh: Bidang Kastrad HMPD FK UNS
bekerja sama dengan Komite Kastrad HIMAPSI FK UNS

Sebuah sebuah studi yang dilakukan oleh jurnal Academic Medicine, terungkap sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Studi tersebut dilakukan terhadap 4.000 mahasiswa kedokteran di Amerika. Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa ternyata mahasiswa kedokteran memiliki angka depresi lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yaitu 1,2 kali lipat.
Menurut WHO sendiri, tahun 2020 nanti depresi akan berada di urutan 4 penyakit di dunia. Selain itu jumlah dari penderita depresi yang berobat juga masih sangat minim, yaitu kurang dari 10% di negara-negara berkembang, sehingga depresi menjadi salah satu penyumbang beban penyakit global tiap tahunnya yang dapat memicu bunuh diri maupun penyalahgunaan alkohol dan napza.

Apa Sih Sebenarnya Depresi itu?
Beberapa orang merasakan gejala dari depresi ketika mereka membayangkan kalau saja ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Salah satu bentuk ketakutan yang cukup adalah apabila mereka menjadi seseorang yg gila. Namun sayangnya, terkadang reaksi dan komentar orang - orang disekitar mereka hanyalah berkata "Jangan biarkan dirimu sendiri. Bersamalah dengan orang lain!". Hal tersebut pun akhirnya tidak dapat membantu mereka menjadi lebih baik.

Menurut WHO sendiri, depresi adalah perasaan tertekan yang menyebabkan stress berkepanjaangan, ditandai dengan kehilangan minat atau kesenangan akan hidup, perasaan sedih yang berlebihan, selalu merasa lelah, dan sering merasa cemas. Sehingga menyebabkan seseorang kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari hari yang sederhana. Bahkan, menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Depresi dapat mempengaruhi setiap orang dalam beberapa tingkat kehidupan mereka. Kamu bisa saja menjadi "introvert" atau "extrovert", aktif bersosialisasi atau malu bersosialisasi, lebih muda atau lebih tua, laki - laki atau perempuan, kaya atau miskin. Apapun perbedaan yg ada dalam dirimu, kamu bisa saja mengalami depresi. Setiap orang yg kamu kenalpun dapat mengalami depresi, jadi itu wajar dan adil. Jadi ingatlah bahwa kamu tidaklah sendiri. Depresi adalah kata yg digunakan dalam sehari-hari untuk mendeskripsikan sebuah perasaan, termasuk sedih, frustasi, kecewa, dan terkadang juga lesu.

Faktanya, ada 322 juta orang yang menderita depresi di dunia ini. Dan penderita terbanyak berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, sebanyak 3,7% populasi atau 9.162.886 orang di Indonesia menderita depresi. (Global Burden of Disease Study, 2015)

Apa Sih Penyebab Depresi?
1. Kemiskinan
Budaya kemiskinan dapat menyebabkan banyak kalangan menengah ke bawah dan kalangan menengah mengalami depresi akut. Salah satu permasalahan yang menjadikan kemiskinan adalah faktor pemicu adanya depresi adalah adanya hutang. Bahkan hanya gara-gara masalah hutang, seseorang dengan gelap mata mengakhiri hidupnya dan bahkan membunuh orang lain. Hutang selain menjadi isu sensitif dalam masyarakat juga menjadikan bangsa Indonesia sendiri menjadi turut terbebani lantaran pola hidup yang salah Masyarakat menginginkan pemasukan yang banyak namun dengan tidak banyak bekerja keras dimana hal tersebut rentan menjadikan kemiskinan yang berakhir dengan depresi pada seseorang.
2. Pengangguran
Pengangguran / tidak memiliki pekerjaan cenderung memberikan tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemiskinan. Hal ini juga dijelaskan oleh Robin McGee, dari Rollins School of Public Health at Emory University, ia mengatakan bahwa tingkat depresi seorang pengangguran akan lebih beresiko tiga kali lipat terhadap terjadinya depresi. dibanding teman-temannya yang tertekan akibat sibuk bekerja. Terlebih lagi, pengangguran dapat memicu adanya depresi karena adanya tekanan psikis dalam dirinya yang sibuk memikirkan dan mencari pekerjaan dikala orang lain di sekitarnya telah mendapatkan penghasilan yang tetap

3. Kematian seseorang yang dicintai
Kesedihan / kehilangan seseorang yang dicintai dapat memicu adanya depresi karena hal tersebut dapat membuat perubahan hidup yang cukup berarti dalam diri seseorang. Misalnya pada seseorang yang merasa kehilangan atas kematian orang yang dicintai akan merasakan adanya perubahan hidup yang cukup berat bagi dirinya, terkadang ia merasa belum siap untuk menerima kenyataan, ini adalah hal yang wajar namun apabila keadaan itu terus berlanjut maka dapat menimbulkan adanya depresi.
4. Rusaknya suatu hubungan (cerai, pertengkaran, patah hati)
Cerai, pertengkaran, dan patah hati juga dapat memicu adanya depresi karena seseorang belum siap menerima adanya perubahan hidup yang ia alami sehingga terkadang akan menimbulkan tekanan dalam dirinya yang berlanjut menjadi depresi
5. Efek samping penggunaan Alkohol
Pecandu minuman beralkohol akan berhadapan dengan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang mana itu dapat membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan pekerjaan, pasangan, dan gangguan kesehatan. Menyadari banyaknya masalah yang ia alami dapat membuat ia merasa tertekan dan berujung pada depresi.
6. Efek samping penggunaan obat terlarang
Obat – obatan terlarang seperti narkoba cenderung menimbulkan adanya rasa candu bagi penggunanya sehingga apabila seorang pecandu tidak menggunakan obat tersebut maka akan timbul rasa gelisah yang juga dapat menjadikannya menjadi depresi .
7. Tekanan lingkungan sekitar (pekerjaan, rumah tangga, keluarga, teman)
Tentu tekanan lingkungan sekitar dapat mempengaruhi kondisi psikis seseorang sehingga apabila tekanan tersebut tidak dapat diterima oleh penderita maka dapat menyebabkan adanya depresi dalam diri seseorang tersebut.

Bicara tentang Depresi, Yuk Curhat
Curhat merupakan salah satu bentuk katarsis sebagai salah satu cara termudah dan cara terpenting untuk mengekspreksikan perasaan. Cara ini ternyata efektif untuk mengurangi beban masalah kejiwaan kita. Bahkan dengan curhat, secara emosional juga dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan mendapat dukungan untuk bangkit dari depresi. Tidak perlu malu untuk berbica mengenai beban yang kita alami, sebab jika kita lebih banyak memendam masalah sendiri tanpa diselesaikan, hingga mengalami perasaan tertekan dan stress yang berkepanjangan, hal tersebut akan berakibat pada penurunan motivasi untuk beraktivitas dan mengarah pada keputusasaan.

Berbicara tentang depresi tentu akan membuat kondisi menjadi lebih baik. Jika kita menemui seseorang yang mungkin menampakkan gejala depresi, kita bisa berperan untuk membantunya dengan memberi kesempatan dia untuk berbicara. Tentu saja dalam memposisikan sebagai peer support bagi orang dengan depresi, terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain:
1. Perlakukan dengan rasa hormat dan harga diri
Setiap manusia memiliki latar belakang, pengalaman, serta kebutuhan yang unik. Maka dari itu, akan sangat penting untuk dapat menghargai kehendak pribadi masing-masing agar mereka dapat untuk membuat keputusan sendiri. Selain itu, kita juga harus menghargai privasi orang tersebut.
2. Jangan menyalahkan orang atas depresi yang dialaminya
Depresi itu penyakit medis yang bisa saja dialami oleh setiap orang. Penting sekali untuk mengingatkan orang dengan depresi untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri.
3. Berikan harapan yang realistis
Kita harus menerima orang dengan depresi apa adanya dan memberikan ekspektasi yang realistis terhadap mereka. Kita harus memberitahu mereka bahwa mereka bukanlah orang yang lemah dan tidak berdaya karena mengalami depresi. Walaupun begitu, kita sendiri juga perlu mengetahui bahwa aktivitas-aktivitas sederhana akan menjadi sulit untuk dilakukan oleh orang dengan depresi. Kita perlu mengingat juga bahwa orang dengan depresi bukanlah orang yang menyalahgunakan keadaan, berpura-pura, malas, maupun seenaknya sendiri. Tanyakan kepada orang tersebut jika mereka membutuhkan bantuan saat melakukan tugas tetapi hati-hati untuk tidak melebihi batas dan membuat mereka tidak mandiri.
4. Berikan pemahaman dan dukungan emosional
Orang dengan depresi membutuhkan tambahan kasih sayang dan pengertian untuk dapat membantu mereka dalam menghadapi depresi, sehingga kita harus berempati, penuh kasih sayang serta sabar. Orang dengan depresi sering dibayang-bayangi oleh ketakutan irrasional, sehingga kita harus dapat memahami mereka ketika mereka sedang berada dalam fase ini. Kita juga perlu untuk memberikan perhatian kepada mereka walaupun nanti tidak akan berbalas. Biarkan orang tersebut merasa bahwa mereka tidak akan diabaikan.
5. Anjurkan untuk berbicara
Tidak usah sungkan untuk menganjurkan orang mengungkapkan perasaan, gejala-gejala, dan apa yang ada dalam pikirannya. Biarkan mereka tahu bahwa kita akan selalu ada untuk mereka jika mereka membutuhkan tempat untuk berbicara. Selain itu, jangan berikan tekanan kepada mereka saat mereka sedang bercerita.
6. Jadilah pendengar yang baik
Kita dapat membantu orang dengan depresi melalui mendengar tanpa memberikan penilaian terhadapnya. Jadilah pendengar aktif, refleksikan kembali apa yang telah dikatakan orang tersebut kepada kita sebelum meresponnya dengan pendapat kita sendiri. Kita perlu mendengar secara hati-hati walaupun mereka mungkin menceritakan hal yang tidak benar. Meskipun orang tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan mungkin berbicara lebih pelan dan kurang jelas dari yang seharusnya, kita harus sabar dan tidak boleh menginterupsi.
7. Memberikan harapan kesembuhan pada orang dengan depresi
Kita harus dapat memberikan semangat bahwa dengan perawatan atau terapi yang bertahap, mereka akan merasa lebih baik. Kita juga harus menawarkan dukungan emosional dan harapan terhadap masa depan yang lebih positif.
Depresi merupakan masalah kejiwaan yang bersifat medis, serta tidak menutup kemungkinan untuk dialami oleh setiap orang. Oleh karena itu, perlu sekali adanya kesadaran untuk senantiasa mengenali kondisi diri sendiri dan tidak sungkan jika memerlukan bantuan. Selain itu diperlukan pula edukasi kesehatan mental supaya kita paham mengenai upaya penanganan depresi dan tidak mengikuti stigma akan masalah kejiwaan.

Daftar Pustaka

1. Dyrbye, L., West, C., Satele, D., Boone, S., Tan, L., Sloan, J. and Shanafelt, T. (2014). Burnout Among U.S. Medical Students, Residents, and Early Career Physicians Relative to the General U.S. Population. Academic Medicine, 89(3), pp.443-451.
2. Mental Health First Aid Australia. (2008). Depression: first aid guidelines. Melbourne: Mental Health First Aid Australia.
3. Module 1: Overview of Depression. (2017). 1st ed. [ebook] Centre for Clinical Interventions (CCI). Available at: http://www.cci.health.wa.gov.au/docs/BB-1-Overview.pdf [Accessed 7 Apr. 2017].
4. World Health Organization. (2017). Depression. [online] Available at: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs369/en/ [Accessed 7 Apr. 2017].

Depresi ? Yuk Curhat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *