AYO, CEGAH HEPATITIS DARI LINGKUNGAN KITA!

Mendengar penyakit hepatitis mungkin tidak asing di telinga kita, terutama bagi mahasiswa kedokteran. Hepatitis adalah istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya inflamasi pada liver. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, bisa karena infeksi (virus, bakteri, jamur, dan parasit) dan bisa juga non infeksi (alcohol, obat, penyakit autoimun, dan penyakit metabolisme).

Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi Hepatitis Virus, terbesar kedua di Asia Tenggara, setelah Myanmar. Menurut hasil RISKESDAS tahun 2013 bahwa jumlah orang yang menderita hepatitis di fasilitas kesehatan yang ada dan menunjukkan gejala yang ada, menunjukkan gejala 2 kali lipat dibandingkan dari data pada tahun 2007.

  

            Dari 2 tabel diatas dapat dilihat bahwa prevalensi hepatitis tertinggi ada pada Provinsi Nusa Tenggara Barat disusul dengan Sulawesi Tengah dan Aceh, serta karakteristik dengan prevalensi hepatitis tertinggi berada pada usia 45-54 tahun dan 65-74 tahun yaitu sebesar 1,4 %. Pada jenis kelamin prevalensi tidak berbeda jauh. Jenis pekerjaan juga mempengaruhi prevalensi hepatitis, yaitu penderita hepatitis banyak ditemukan pada petani/nelayan/buruh.

Cukup memprihatinkan bukan kondisi kesehatan di Indonesia terhadap hepatitis?

Melihat   kenyataan bahwa penyakit hepatitis  ini merupakan   masalah  kesehatan  masyarakat yang  serius   baik  di  tingkat nasional  maupun  global,  maka   pada  tahun 2010 pada  sidang  WHA (World Health Assembly) ke 63 di  Geneva tanggal 20 Mei  2010, Indonesia  bersama Brazil dan Colombia menjadi sponsor utama untuk keluarnya resolusi tentang Hepatitis  virus, sebagai Global Public Health Concern. UsuIan ini diterima dan keluarlah  resolusi  tentang Hepatitis yang menyatakan bahwa : 1.) Hepatitis virus merupakan  salah satu agenda prioritas dunia;  2.) Tanggal 28 Juli  ditetapkan sebagai  Hari Hepatitis Sedunia.

Secara umum hepatitis disebabkan oleh virus. Beberapa virus yang telah ditemukan sebagai penyebabnya ada 7 jenis antara lain Virus hepatitis A (HAV), Virus hepatitis B (HBV),  Virus hepatitis C (HCV), Virus hepatitis D (HDV), Virus hepatitis E (HEV), Hepatitis F (HFV), dan Virus Hepatitis G (HGV). Namun dari beberapa virus penyebab hepatitis, penyebab yang paling dikenal adalah HAV (hepatitis A) dan HBV (hepatitis B). Kedua istilah tersebut lebih disukai daripada istilah lama yaitu hepatitis “infeksiosa” dan hepatitis “serum”, sebab kedua penyakit ini dapat ditularkan secara parental (suntikan) dan nonparental. Hepatitis pula dapat disebabkan oleh racun, yaitu suatu keadaan sebagai bentuk respons terhadap reaksi obat, infeksi stafilokokus, penyakit sistematik dan juga bersifat idiopatik (Sue hincliff, 2000: 205).

Hepatitis  A dan  E sering muncul  sebagai kejadian  luar biasa, ditularkan  secara fecal oral dan biasanya berhubungan dengan perilaku hidup  bersih dan sehat, bersifat  akut dan dapat  sembuh dengan baik. Sedangkan   Hepatitis  B,  C dan D (jarang)  ditularkan   secara parenteral,  dapat menjadi  kronis dan menimbulkan sirosis dan lalu kanker hati. 

            Seperti yang sudah dijelaskan diatas, hepatitis terdiri atas 7 jenis. Antara  hepatitis  yang satu dengan yang lain pun tidak saling berhubungan. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk kita mempelajari sedikit atau paling tidak mengetahui macam – macam tipe hepatitis secara satu persatu. Berikut penjelasannya :

Hepatitis A

Hepatitis A penyebabnya   adalah virus  Hepatitis  A, dan merupakan penyakit  endemis di  beberapa negara  berkembang. Selain  itu merupakan  hepatitis  yang ringan,  bersifat   akut,  sembuh spontan/ sempurna  tanpa  gejala  sisa  dan tidak menyebabkan  infeksi  kronik. Penularannya    melalui   fecal oral.  Sumber   penularan umumnya terjadi karena pencemaran air minum, makanan  yang tidak dimasak, makanan yang tercemar,  sanitasi yang buruk,  dan personal hygiene rendah. Tidak ada pengobatan  khusus untuk tipe hepatitis A ini, hanya pengobatan  pendukung  dan menjaga keseimbangan  nutrisi.

 

Hepatitis B (akut)

Hepatitis B penyebabnya adalah virus hepatitis  B dari golongan  virus  DNA. Penularan vertikal, 95% terjadi   masa perinatal (saat persalinan)  dan  5 % intra  uterine (dalam rahim ibu). Sedangkan penularan    horizontal melalui  transfusi    darah,  jarum   suntik tercemar,   pisau  cukur, tatto,  transplantasi organ. Pada umumnya  pengobatan hanya bersifat simtomatis.

Hepatitis B (kronik)

Hepatitis B kronik berkembang dari Hepatitis B akut. Usia  saat terjadinya  infeksi mempengaruhi  kronisitas dari penyakit. Bila penularan terjadi  saat bayi maka 95% akan menjadi  hepatitis  B  kronik. Sedangkan   bila penularan   terjadi  pada  usia  balita,  maka 20 -  30% menjadi penderita  hepatitis B kronik  dan bila penularan  saat dewasa  maka hanya 5 % yang menjadi penderita hepatitis B kronik. Hepatitis B kronik ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Untuk pengobatannya   saat ini telah  tersedia 7 macam obat  dan prinsip pengobatannya  tidak perlu terburu-buru tetapi jangan sampai terlambat. Tujuan dari pengobatan terhadap hepatitis B adalah untuk memperpanjang  harapan hidup, menurunkan kemungkinan terjadinya  sirosis hepatis  atau hepatoma.

Hepatitis C

Penyebab  utama dari terjadinya hepatitis C  adalah sirosis dan kanker hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. berbeda dari hepatitis B, virus ini termasuk dalam  golongan RNA. Penularan Hepatitis C dapat melalui  darah  dan cairan  tubuh, penularan pada masa perinatal sangat kecil, melalui jarum suntik  (IDUs,  tatto) , transplantasi  organ,  kecelakaan  kerja  (petugas  kesehatan), dan hubungan  seks dapat menularkan  tetapi sangat kecil. Pengobatan  Hepatitis  C dengan obat, sayangnya sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C.

Hepatitis D

Virus hepatitis D paling jarang  ditemukan tapi jangan salah karena virus ini justru virus yang paling berbahaya. Virus ini memerlukan virus  Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan  pada orang yang telah terinfeksi  virus Hepatitis  B. Tidak ada vaksin tetapi otomatis orang akan terlindungi jika telah diberikan imunisasi Hepatitis B.

Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus Hepatitis E yang termasuk  dalam virus RNA. Penularannya melalui fecal oral seperti Hepatitis A. Hepatitis tipe E ini belum ada pengobatan antivirus dan vaksinasi hepatitis  E belum juga belum tersedia.         

Hepatitis F      

Baru sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan hepatitis yang terpisah

Hepatitis G   

Hepatitis G serupa dengan hepatitis C dan seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. hepatitis ini tidak menyebabkan hepatitis kronik. Biasanya penularan dapat melalui transfuse darah jarum suntik.                              

Dari semua jenis hepatitis tersebut, gejala yang ditimbulkan oleh semua tipe biasanya hampir sama dan tidak spesifik seperti:

  1. Demam dan kelelahan
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Nausea
  4. Mual dan muntah
  5. Rasa sakit pada abdomen
  6. Sakit pada sendi
  7. Ikterus
  8. Warna kencing seperti warna teh

Adapun tanda dari hepatitis berbeda- beda pada setiap tipe hepatitis. Hepatitis A akan  ditandai dengan ditemukannya IgM antibodi anti HAV dalam serum penderita. Hepatitis B akut ditandai serum transaminase (ALT) yang meningkat, adanya serologi HbsAg dan IgM anti HBC dalam serum. Hepatitis B kronik ditandai dengan HbsAg, Hepatitis B E- Antigen, anti-Hbe dalam serum, kadar ALT (Alanin Amino Transferase), HBV-DNA (Hepatitis B virus-Deoxyribonukleic Acid) serta biopsi hati. Hepatitis C ditandai antibodi anti-HCV dengan tes serologis yang mengidentifikasi apakah terinfeksi virus tersebut. Hepatitis D ditandai kadar tinggi Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM) anti-HDV, dan serta HDV RNA dalam serum, dan Hepatitis E ditemukannya IgM dan IgG anti HEV pada penderita yang terinfeksi.

Banyak orang telah mendengar hepatitis, namun banyak juga yang kurang memahami bahaya dari hepatitis ini. Padahal, hati adalah organ dalam manusia terbesar. Perannya sangat vital bagi tubuh, termasuk mengubah makanan yang telah kita makan menjadi energi dan membersihkan racun-racun dalam darah. Selain itu fungsi hati adalah : 1.) Membuat cairan empedu yang membantu dalam proses pencernaan ; 2.) Memproduksi protein dan faktor pembekuan darah yang sangat dibutuhkan tubuh ; 3.) Mengatur glukosa/zat gula dalam darah dan menyimpan kelebihan zat gula ; 4.) Bekerja bersama lambung dan usus untuk mencerna makanan; 5.) Menyimpan vitamin dan mineral. Itu artinya hepatitis secara khusus menyerang hati dan membuat hati tidak bisa bekerja maksimal. Ini akan membuat hati menjadi luka/sirosis atau malah bisa menjadi kanker. Berbagai tipe virus hepatitis pasti akan menyerang hati. Hal itu menyebabkan kerja hati yang disebutkan diatas akan terganggu dan mulai membuat gejala-gejala yang tidak diinginkan. Sehingga mulailah muncul bahaya yang mempengaruhi cara kerja hati seperti :

  1. Proses pencernaan menjadi terganggu dan penetralisir racun akan berkurang, akibatnya bisa membuat bagian tubuh yang lain menjadi rusak karena racun yang terus beredar
  2. Luka terbuka di kulit menjadi lama sembuh karena produksi pembekuan darah terganggu
  3. Sangat rawan terkena diabetes melitus tipe 1 karena produksi hormon untuk mengatur gula darah terganggu
  4. Terjadi luka di hati karena virus dan menyebabkan sirosis hati yang berarti hati sudah tidak berfungsi lagi
  5. Gagal ginjal terutama pada hepatitis B, dan
  6. Dapat menjadi penyebab kanker hati

Kita sudah mengenali berbagai tipe, tanda, gejala, dan bahaya dari hepatitis. Selain itu kita sudah mengetahui betapa banyaknya penyakit hepatitis telah menginfeksi masyarakat dunia.  Maka kita perlu berwaspada dan sigap untuk melakukan pencegahan. Sebenarnya pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penularan di masing – masing tipe. Berikut adalah berbagai macam cara untuk mencegah terinfeksi dari penyakit hepatitis antara lain :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan hidup, terutama terhadap makanan dan minuman,
  2. Masak makanan hingga matang sebelum dikonsumsi
  3. Berdoa sebelum makan
  4. Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  5. Mencuci tangan sebelum makan atau masak dan setelah masuk toilet
  6. Menggunakan tusuk jarum, termasuk transfusi darah yang steril,
  7. Tidak melakukan seks bebas, terlebih seks bebas terhadap seorang pengidap hepatitis,
  8. Tidak menggunakan narkoba, terlebih yang menggunakan jarum suntik dalam proses penggunaannya,
  9. Tidak bergantian dalam menggunakan sikat gigi, pisau cukur, dan gunting kuku
  10. Istirahat yang cukup,
  11. Olah raga teratur,
  12. Khusus untuk bayi agar diberikan imunisasi lengkap yang sudah masuk dalam Program Nasional sesuai dengan umur yang telah ditentukan.

Sudah selayaknya kita sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan Indonesia dan mencoba untuk ikut berkontribusi dalam meminimalisir angka kejadian hepatitis. Setidaknya dengan adanya Hari Hepatitis Sedunia pada tanggal 28 Juli 2017 ini, kita dapat lebih mempelajari apa itu hepatitis dan tidak lupa menyebarkan informasi tersebut ke orang – orang sekitar kita supaya dapat terhindar dari infeksi hepatitis.

Untuk itu, jangan lupa jagalah kesehatan dan peduli terhadap sekitar! Salam Sehat!

 

DAFTAR PUSTAKA

https://medlineplus.gov/magazine/issues/spring09/articles/spring09pg22-23.html

Kementrian Kesehatan Indonesia. (2014). InfoDATIN. Situasi dan Analisi

Hepatitis.www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatinhepatitis.pdf. Diakses pada 20 Juli 2017 pukul 14.40 WIB,

World Health Organization. (2017). Hepatitis C, World Health Organization Fact Sheet 164 http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs164/en/, diakses pada 21 Juli 2017 pukul 20.55 WIB.

AYO, CEGAH HEPATITIS DARI LINGKUNGAN KITA!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *